Tuhan yang Mahakuasa adalah kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya. Domba-domba Tuhan mendengar suara Tuhan. Selama Anda membaca firman Tuhan yang Mahakuasa, Anda akan melihat Tuhan muncul! Kami menyambut semua pencari kebenaran untuk datang dan melihat.

菜單

Nubuat-nubuat Akhir Zaman Telah Digenapi: Cara Menyambut Kedatangan Tuhan yang Kedua Kali

Bencana sering terjadi dan nubuat akhir zaman telah terpenuhi. Bagaimana kita dapat menyambut kedatangan Tuhan? Silakan baca artikelnya sekarang dan temukan jawabannya.




Senin, 10 September 2018

Mengapa Tuhan Mengambil Nama Tuhan Yang Mahakuasa di Zaman Kerajaan?

Gereja Tuhan Yang Mahakuasa, Tuhan Yang Mahakuasa, Eastern Lightning,

Mengapa Tuhan Mengambil Nama Tuhan Yang Mahakuasa di Zaman Kerajaan?

Banyak orang tidak mengerti alasannya, karena Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan Yesus yang datang kembali di akhir zaman, Tuhan Yesus disebut Tuhan Yang Mahakuasa ketika Dia datang untuk melakukan pekerjaan penghakiman di akhir zaman. Mengapa Dia tidak terus dipanggil Tuhan Yesus? Faktanya, Tuhan memiliki nama baru setiap kali Dia melakukan suatu tahapan pekerjaan-Nya. Nama baru ini diambil oleh Tuhan Sendiri sesuai dengan pekerjaan—nama ini bukan nama yang bisa digunakan manusia untuk memanggil-Nya sesuka hati mereka. Nama yang Tuhan pakai di setiap tahap pekerjaan memiliki dasarnya di dalam Alkitab. Nama Tuhan Yesus yang datang kembali di akhir zaman telah lama dinubuatkan di dalam Alkitab. Yesaya berkata, “And the Gentiles shall see your righteousness, and all kings your glory: and you shall be called by a new name, which the mouth of the LORD shall name” (Isa 62:2). Di dalam kitab Wahyu, juga dinyatakan bahwa "Dan kepada malaikat gereja di Filadelfia tuliskan. … Dia yang menang akan Kujadikan pilar di dalam bait Suci Tuhan-Ku dan ia tidak akan keluar lagi: dan Aku akan menuliskan padanya nama Tuhan-Ku, dan nama kota Tuhan-Ku, yaitu Yerusalem Baru, yang turun dari sorga dari Tuhan-Ku dan Aku akan menuliskan nama–Ku yang baru padanya, yaitu Yerusalem Baru, yang turun dari sorga dari Tuhan-Ku dan Aku akan menuliskan nama–Ku yang baru padanya” (Wahyu 3:7, 12). “Akulah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terakhir, firman Tuhan, yang ada sekarang, yang sudah ada, dan yang akan datang, Yang Mahakuasa” (Wahyu 1:8). “Lalu aku mendengar seperti suara kumpulan besar orang banyak dan seperti gemuruh air bah, dan seperti deru guntur yang keras, berkata, Haleluya: karena Tuhan yang mahakuasa memerintah” (Wahyu 19:6) Nama Tuhan Yang Mahakuasa di Zaman Kerajaan adalah penggenapan sempurna dari nubuat-nubuat di kitab Wahyu. Nama yang Tuhan ambil di setiap zaman memiliki makna yang sangat penting dan terhubung erat dengan pekerjaan Tuhan di zaman itu. Tuhan Yang Mahakuasa menyingkapkan rahasia yang berkaitan dengan ini ketika Dia berfirman: “Nama Yesus dipakai demi pekerjaan penebusan, maka apakah Dia masih akan dipanggil dengan nama yang sama ketika Dia kembali pada akhir zaman? Masihkah Dia akan melakukan pekerjaan penebusan? Mengapa Yahweh dan Yesus adalah satu, tetapi dipanggil dengan nama yang berbeda pada zaman yang berbeda? Apakah bukan karena zaman kerja Mereka berbeda? Mungkinkah satu nama mewakili Tuhan seutuhnya? Jika tidak, Tuhan harus dipanggil dengan nama yang lain pada zaman yang lain, dan harus pula menggunakan nama tertentu untuk mengubah dan mewakili zaman tersebut. Karena tiada satu nama pun yang dapat sepenuhnya mewakili Tuhan dan setiap nama hanya dapat mewakili aspek temporal dari watak Tuhan pada zaman tertentu, maka tiada lain kecuali nama-Nya mewakili pekerjaan-Nya. Oleh karena itu, Tuhan dapat memilih nama apa pun yang sesuai dengan watak-Nya untuk mewakili seluruh zaman. Terlepas dari apakah suatu zaman disebut zaman Yahweh atau zaman Yesus, (pada dasarnya) tiap-tiap zaman diwakili dengan namanya masing-masing.” (“Visi Pekerjaan Tuhan (3)” dalam “Firman Menyatakan Diri dalam Rupa Manusia”).
"Yahweh" adalah nama yang Kupakai selama pekerjaan-Ku di Israel, dan nama itu berarti Tuhan orang Israel (bangsa pilihan Tuhan) yang dapat mengasihani manusia, mengutuk manusia, dan membimbing hidup manusia. Nama itu berarti Tuhan yang memiliki kuasa besar dan penuh dengan hikmat. "Yesus" adalah Imanuel, dan berarti korban penghapus dosa yang penuh kasih, belas kasihan, dan menebus manusia. Ia melakukan pekerjaan Zaman Kasih Karunia, dan menggambarkan Zaman Kasih Karunia, dan hanya dapat menggambarkan satu bagian rencana pengelolaan. Dengan kata lain, hanya Yahweh-lah Tuhan bangsa pilihan Israel, Tuhan Abraham, Tuhan Ishak, Tuhan Yakub, Tuhan Musa, dan Tuhan seluruh bangsa Israel. Begitu pula di zaman sekarang ini, semua orang Israel, selain suku Yehuda, menyembah Yahweh. Mereka mempersembahkan korban kepada-Nya di atas mezbah, dan melayani-Nya dengan mengenakan jubah imam di dalam Bait Suci. Yang mereka harapkan adalah penampakan kembali Yahweh. Hanya Yesus-lah Penebus umat manusia. Dialah korban penghapus dosa yang menebus umat manusia dari dosa. Dengan kata lain, nama Yesus berasal dari Zaman Kasih Karunia, dan ada karena karya penebusan pada Zaman Kasih Karunia. Nama Yesus ada agar orang-orang pada Zaman Kasih Karunia dapat lahir baru dan diselamatkan, dan merupakan nama khusus untuk penebusan seluruh umat manusia. Jadi, nama Yesus mewakili karya penebusan, dan menandai Zaman Kasih Karunia. Nama Yahweh adalah nama khusus untuk bangsa Israel yang hidup di bawah hukum Taurat. Dalam setiap zaman dan setiap tahap pekerjaan, nama-Ku bukan tanpa dasar, tetapi mengandung makna yang menggambarkan: Setiap nama menggambarkan satu zaman. "Yahweh" menggambarkan Zaman Hukum Taurat, dan merupakan sebutan kehormatan bagi Tuhan yang disembah oleh bangsa Israel. "Yesus" menggambarkan Zaman Kasih Karunia, dan merupakan nama Tuhan bagi semua orang yang ditebus selama Zaman Kasih Karunia. Jika manusia masih sangat rindu akan kedatangan Yesus sang Juru Selamat pada akhir zaman, dan masih berharap Ia datang dalam citra diri yang dikenakan-Nya di Yudea, seluruh rencana pengelolaan enam ribu tahun akan terhenti pada Zaman Penebusan, dan tidak dapat bergerak maju lagi. Selanjutnya, akhir zaman tidak akan pernah datang, dan zaman ini tidak akan pernah berakhir. Itu karena Yesus sang Juru Selamat hanya dimaksudkan menjadi pelaku penebusan dan pembawa keselamatan bagi umat manusia. Aku mengambil nama Yesus demi semua orang berdosa di Zaman Kasih Karunia, tetapi itu bukan nama yang akan Kupakai untuk membawa seluruh umat manusia kepada akhirnya. Meskipun Yahweh, Yesus, dan Mesias semua mewakili Roh-Ku, nama-nama ini hanya menandai zaman-zaman yang berbeda dalam rencana pengelolaan-Ku, dan tidak menggambarkan Aku seutuhnya. Nama-nama yang dipakai orang-orang di bumi untuk menyebut Aku tak dapat melukiskan watak-Ku secara utuh dan seluruh keberadaan-Ku. Nama-nama itu hanyalah nama-nama panggilan-Ku dalam zaman-zaman yang berbeda. Oleh karena itu, saat zaman terakhir—akhir zaman—tiba, nama-Ku akan berubah lagi. Aku tak akan dipanggil Yahweh, atau Yesus, apalagi Mesias, tetapi akan disebut Tuhan Yang Mahakuasa, dan dengan nama ini Aku akan membawa segala menuju akhir. Aku pernah dikenal sebagai Yahweh. Aku juga pernah dipanggil Mesias, dan orang-orang pernah memanggil-Ku Yesus sang Juru Selamat karena mereka mengasihi dan menghormati-Ku. Namun saat ini, Aku bukan Yahweh ataupun Yesus yang dikenal orang di masa lampau itu—Aku adalah Tuhan yang datang kembali pada akhir zaman, Tuhan yang akan membawa zaman ini menuju akhir. Aku-lah Tuhan yang bangkit di ujung-ujung bumi, sarat dengan keseluruhan watak-Ku, dan penuh dengan otoritas, hormat, serta kemuliaan. (“Juru Selamat Telah Datang Kembali di Atas ‘Awan Putih’” dalam “Firman Menyatakan Diri dalam Rupa Manusia”)
Tuhan Yang Mahakuasa dengan jelas berkata bahwa ada makna yang mewakili nama Tuhan di setiap zaman: Masing-masing nama itu mewakili pekerjaan Tuhan dan watak yang Dia nyatakan pada zaman itu. Selama Zaman Hukum Taurat, Tuhan menggunakan nama Yahweh untuk menyatakan hukum dan perintah-Nya serta membimbing kehidupan manusia di bumi; selama Zaman Kasih Karunia, Tuhan menggunakan nama Yesus untuk melakukan pekerjaan penebusan manusia; dan selama Zaman Kerajaan, Tuhan disebut Tuhan Yang Mahakuasa, Dia melakukan pekerjaan penghakiman yang dimulai di rumah Tuhan untuk menyucikan, mengubah, dan menyelamatkan manusia. Tuhan mengubah zaman menggunakan nama-Nya, dan menggunakan nama ini untuk mewakili pekerjaan di zaman tersebut. Ketika Tuhan Yahweh melakukan pekerjaan pada Zaman Hukum Taurat, hanya dengan berdoa kepada nama Yahweh dan menaati hukum serta perintah-Nya, manusia dapat diberkati dan dilindungi oleh Tuhan. Dengan tibanya Zaman Kasih Karunia, Tuhan menggunakan nama Yesus untuk melakukan pekerjaan penebusan, dan orang-orang harus menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat, dan berdoa untuk pertobatan dalam nama Tuhan, untuk diampuni dari dosa-dosa mereka dan menikmati kebenaran serta kasih karunia yang dianugerahkan oleh Tuhan Yesus. Jika manusia masih melekat pada nama Yahweh dan menolak untuk menerima Tuhan Yesus, maka mereka kehilangan pemeliharaan dan perlindungan Tuhan, dan jatuh ke dalam kegelapan, dikutuk, dan dihukum oleh Tuhan seperti orang Farisi Yahudi. Dengan datangnya akhir zaman, Tuhan menggunakan nama Tuhan Yang Mahakuasa untuk melaksanakan pekerjaan penghakiman yang dimulai dari rumah Tuhan. Hanya dengan menerima nama Tuhan Yang Mahakuasa, mengikuti langkah-langkah pekerjaan Tuhan, dan menjalani penghakiman serta hajaran dari Tuhan Yang Mahakuasa, manusia dapat memahami dan memperoleh kebenaran, melepaskan diri dari dosa, disucikan, dan menerima penyelamatan Tuhan. Semua orang yang menolak untuk menerima nama Tuhan Yang Mahakuasa dan menolak pekerjaan penghakiman-Nya di akhir zaman tidak mampu membebaskan diri dari belenggu dosa, dan akan selamanya tidak memenuhi syarat untuk masuk ke kerajaan surga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar